RSS

Teknik Pengambilan Keputusan Individual Model Optimasi

Pengertian Pengambilan Keputusan

Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengambilan keputusan (desicion making) itu sendiri adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif.

Ada beberapa pendapat para ahli tentang pengertian pengambilan keputusan diantaranya, menurut Terry dalam Fendy (2011) Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Diungkapkan pula oleh Goerge dalam Fendy (2011) Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian, dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. Sedangkan menurut Horold dan l O’Donnell dalam Fendy (2011) Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. Serta Siagian dalam Soetopo (2010:145) memandang bahwa: Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh

sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

2.2 Tujuan Pengambilan Keputusan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancar dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut (Firmansyah, 2010)

2.3 Teknik Pengambilan Keputusan Individu

Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual atau kelompok, tergantung bagaimana sifat dan corak permasalahannya. Keputusan individu adalah keputusan  dibuat oleh seorang pemimpin sendirian.

v  Kelebihan Keputusan yang dibuat oleh seseorang atau Individu antara lain :

  • Keputusannya cepat ditentukan atau diambil, karena tidak usah menunggu persetujuan dari rekan lainnya.
  • Tidak akan terjadi pertentangan pendapat
  • Kalau pimpinan yang mengambil keputusan itu  mempunyai kemampuan yang tinggi dan berpengalaman yang luas dalam bidang yang akan diputuskan, keputusannya besar kemungkinan tepat.

v  Kelemahannya Keputusan yang dibuat oleh seseorang atau Individu antara lain :

  • Bagaimana kepandaian dan kemampuan pimpinan tetapi pasti memiliki keterbatasan.
  • Keputusan yang terlalu cepat diambil dan tidak meminta pendapat orang lain seringkali kurang tepat.
  • Jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan merupakan beban berat bagi pimpinan seorang diri.

Mengenai pengambilan keputusan individual dan kelompok Siagian dalam Seotopo (2010:146) menyatakan bahwa ada tiga kekuatan yang selalu mempengaruhui suatu keputusan yang dibuat. Tiga kekuatan itu :

  1. Dinamika individu di dalam organisasi

Pengaruh individu dalam organisasi sangat terasa terutama dalam hal ini adalah pemimpinnya. Seorang pemimpin yang mempunyai kepribadian yang kuat, pendidikan yang tinggi, pengalaman ynag banyak akan memberi kesan dan pengaruh yang besar terhadap bawahannya

  1. Dinamika kelompok orang-orang di dalam organisasi

Dinamika kelompok mempunyai pengaruh besar, oleh karena itu pemimpin hendaknya mengusahakan agar kelompok lebih cepat menjadi dewasa.

  1. Dinamika lingkungan organisasi

Pengaruh lingkungan juga memegang peranan yang cukup penting untuk diperhatikan. Antara organisasi dan lingkungan itu saling mempemgaruhi.

v  Hal-hal yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan individu:

Menurut Tampubolon (2004:108-111) terdapat lima faktor perilaku yang mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu:

  1. Nilai

Pengaruh nilai terhadap proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: dalam menetapkan sasaran, pertimbangan nilai perlu sekali mengenai dalam pemilihan kesempatan dan penetuan probilitas. Dalam mengembangkan, nilai orang yang mengambil keputusan mempengaruhi alternatif mana yang akan  dipilh. Apabila melaksanakan keputusan, nilai sangat perlu dalam memilih cara melaksankan keputusan tersebut dalam fase evaluasi dan pengendalian.pertimbangan nilai tidak dapat dihindari bila terjadi tindakan koreksi.

  1. Kepribadian

Para pengambil keputusan dipengaruhi oleh banyak kekuatan psikologis baik disadari atau tidak. Salah satunya yang terpenting adalah kepribadiannya yang sangat jelas tergambar dalam pilihannya. Hubungan antara kepribadian dan proses pengambilan keputusan mungkin berbeda-beda. Menurut Myers-Briggs dalam Tampubolon (2004:109) ciri khusus yang dapat menggambarkan kepribadian seseorang diataranya:

1)      Pendiam vs Ramah

2)      IQ Rendah vs IQ Tinggi

3)      Perasaan vs Emosi Stabil

4)      Bijaksana vs Sungguh-sungguh

5)      Patuh vs Berpengaruh

  1. Kecenderungan Akan  Resiko

Secara umum diketahui bahwa para pengambil keputusan berbeda-beda sekali dalam kecenderunag mereka mengambil resiko. Satu segi khusus kepribadian sangat mempengaruhi pengambilan keputusan. Seorang pengambil keputusan yang agak segan mengambil resiko akan menetapkan sasaran yang berbeda dalam mengevalusi alternatif secara berbeda juga, serta memilih alternatif yang juga berbeda dari orang lain dalam pengambilan keputusan walaupun dalam situasi yang sama, tetapi sangat segan mengambil resiko.orang yang belakangan ini akan berusaha menetapkan pilihan, dimana resiko atau ketidakpastian sangat rendah, atau dimana kepastian akan hasil sangat tinggi.

  1. Kemungkinan Ketidakcocokan

Para ahli pereilaku telah memusatkan perhatiannya pada terjadinya kegelisahan kepada orang setalah pengambilan keputusan. Hal tersebut dikatakan sebagai disonansi kogntif atau ketidakcocokan kognitif. Teorinya mengatakan bahwa seringkali terdapat kekurangankonsisten atau harmoni diantara berbagai macam kognisi seseorang, misalnya sikap, kepercayaan dan sebgainya. Sesudah keputusan itu diambil. Pengertianny, akan terjadi konflik antara apa yang diketahui dan diyakini oleh pengambil keputusan dan apa yang telah dilakukan, yang mengakibatkan  si pengambil keputusan menjadi ragu-ragu dan mempunyai pikiran lain mengenai pikiran yang telah diambilnya.

  1. Bentuk Pengambilan Keputusan

Didalam organisasi, proses pengambilan keputusan sangat tergantung pada individu dan kelompok. Keputusan individu dan kelompok pada saat-saat tertentu dapat saja bertentangan, sehingga efektivitas keputusan yang diambil tidak maksimal. Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi kinerja organisasi yang tidak juga maksimal.

Selain itu menurut Firmansyah (2011) hal-hal yang mempengaruhi pengambilan keputusan individu antara lain:

v  Nilai-nilai: petunjuk dan keyakinan bahwa pembuatan keputusan digunakan ketika dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pilihan

v  Personality:

ü  Personality Variables

ü  Situational Variables

ü  Interactional Variables

2.4 Pengertian Pengambilan Keputusan Dengan Model  Optimasi

Model Optimasi, yaitu suatu model pengambilan keputusan yang menguraikan individu-individu seharusnya berperilaku agar memaksimumkan semua hasil. Model ini menggambarkan bagaimana setiap individu berperilaku sehingga memberikan hasil yang optimal (Yusfi, 2011)

2.5 Langkah-Langkah Dalam Model Optimasi

Setiap keputusan yang diambil itu merupakan perwujudan kebijakan yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan keputusan pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Menurut Maulana (2010) Proses pengambilan keputusan meliputi :

  1. 1.      Lakukan kebutuhan akan suatu keputusan

Dalam langkah ini diperlukan pengakuan tentang kebutuhan keputusan yang dibuat. Masalah yang merupakan perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan yang sebenarnya diperlukan adanya pengakuan.

  1. 2.      Menentukan kriteria yang diputuskan

Dalam langkah ini kriteria yang penting dan relefan dalam menentukan keputusan harus diidentifikasikan.

  1. 3.      Menentukan kriteria yang berbobot

Kriteria yang telah disusun tidak semuanya mempunyai arti penting yang sama dan harus ditetapkan bobotnya sehingga pengambil keputusan dapat menggunakan preferensi mereka untuk memprioritaskan kriteria mana yang relevan maupun untuk menyatakan derajat relatif pentingnya memberikan suatu bobot kepada masing-masing.

  1. 4.      Mengembangkan alternatif

Dalam hal ini pengambil keputusan mendaftar semua alternatif. Alternatif yang dipilih/terpilih merupakan/menentukan keberhasilan pemecahan masalah.

  1. 5.      Menilai beberapa alternatif

Suatu alternatif harus ditentukan oleh pengambil keputusan. Kuat atau lemahnya setiap alternatif akan menjadi bahan perbandingan terhadap kriteria dan bobot yang telah ditetapkan dalam langkah kedua dan ketiga. Penilaian setiap alternatif dilakukan dengan menilai terhadap bobot kriteria.

  1. 6.      Memilih alternatif

Dalam langkah ini adalah memilih yang terbaik diantara alternatif-alternatif yang dinilai. Dari total skor yang tertinggi maka akan memudahkan terhadap alternatif manakah yang dipilih.

Menyusun alternatif dengan memperhitungkan untung rugi untuk setiap alternatif dengan mempertimbangkan/ memperhitungkan/ memperkirakan kemungkinan timbulnya macam macam kejadian yang akan datang yang merupakan dampak dari kejadian terhadap alternatif yang dirumuskan. Akan didapat keputusan optimal, karena setidaknya telah memperhitungkan semua fakta yang berkaitan dengan keputusan tersebut (memaksimalkan hasil keputusan).

2.6 Asumsi Model Optimasi

Tahapan dalam model optimasi terdiri dari beberapa asumsi. Asumsi ini penting untuk dipahami jika kita akan menentukan bagaimana model optimasi secara tepat menggambarkan pengambilan keputusan oleh individu secara nyata. Asumsi penting yang dipilih oleh model ini sama dengan konsep rasional yang menunjukkan pilihan yang konsisten dan memberikan nilai yang maksimum. Oleh karena itu, pengambilan keputusan dilakukan secara objektif dan menurut logika.
Individu yang telah mempunyai tujuan yang jelas, maka enam langkah dalam model optimasi telah ditentukan untuk memilih alternatif yang akan memberikan hasil yang maksimum. Dalam Maulana (2010) tahapan model optimasi terdiri dari asumsi sebagai berikut:

1. Orientasi kepada tujuan

Model optimasi mengamsumsikan bahwa tidak ada perbedaan atas semua tujuan. Misalnya, apakah keputusan memilih menurut pendapat kelompok, menentukan apakah pergi atau tidak pergi bekerja pada hari ini, atau memilih pelamar yang tepat untuk mengisi jabatan yang kosong. Pillihan tersebut harus memberikan hasil yang maksimum.

2. Mengetahui semua pilihan

Pengambil keputusan diasumsikan dapat menentukan semua kriteria yang relevan dan mendata semua alternatif yang ada. Model optimasi menggambarkan secara menyeluruh dari pengambil keputusan tentang kemampuannya dalam menetapkan kriteria dan alternatif.

3. Adanya pilihan yang jelas

Secara rasional bahwa kriteria dan alternatif ditentukan menurut jumlah dan diurut dalam urutan yang disukai atau yang sudah pasti.

4. Adanya pilihan yang tetap

Kriteria dan alternatif yang sama dapat diperoleh setiap saat begitu pada tujuan dan pilihan sudah  jelas dan tetap.

5. Pilihan akhir memberikan hasil yang maksimum

Menurut model optimasi pengambil keputusan akan memilih suatu alternatif yang bernilai tinggi.

2.7 Meningkatakan Kreativitas Dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan membutuhkan kreativitas yakni kemampuan untuk memproduksi gagasan-gagasan baru dan bermanfaat. Ini adalah gagasan-gagasan yang berbeda dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya tetapi itu juga memadai bagi masalah atau peluang yang disajikan. Kreativitas penting bagi seorang pengambil keputusan adalah membantu pengambil keputusan mengidentifikasi semua alternatif yang dapat dilhat. Menurut Robbins (2003: 176-178) terdapat dua faktor untuk meningkatkan kretifitas pengambilan keputusan yaitu:

  • Potensial Kreatif

Kebanyakan orang mempunyai potensial kreativitas yang dapat mereka gunakan bila dikonfrontasikan dengan sebuah masalah pengambilan keputusan. Namun untuk melepaskan potensial itu, mereka harus keluar dari kebiasaan psikologis yang kebanyakan dari kita terlibat didalamnya dan belajar dari bagaimana berpikir tentang satu masalah dengan cara yang berlainan.

  • Model Kreativitas Tiga Komponen

Berdasarakan riset eksentif model kretivitas mengemukakan bahwa kreatifitas individual pada hakekatnya menuntut keahlian, keterampilan berpikir kreatif dan motivasi tugas intrinsik.

Keahlian merupakan landasan bagi semua kerja kreatif. Keterampilan berpikir kreatif meliputi karakteristik kepribadian yang diasosiakan  dengan kreatifitas, kemampuan untuk menggunakan analogi, dan juga bakat untuk melihat hal yang akrab dari sudut pandang yang berbeda. Dan motivasi tugas instrinsik. Ini merupkan keinginan untuk mengerjakan apa saja karena minatny, keterlibatan kegembiraan, kepuasan atau secara pribadi menantang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: